Inovasi PKMK FK-KMK UGM Perbaiki Manajemen Pengetahuan Kesehatan di Era Pandemi

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (PKMK FK-KMK UGM) menjadi salah satu pusat terkemuka di Indonesia dengan keunggulan dalam ranah kebijakan dan manajemen kesehatan dengan mengembangkan berbagai media pengetahuan dan informasi tentang kebijakan kesehatan dan manajemen untuk dapat diakses publik. Hingga kini, PKMK mengembangkan dan mengampu lima belas website di bidang manajemen dan isu prioritas. Salah satunya adalah platform digital yang menjadi sumber pembelajaran individu dan lembaga COVID-19 untuk tenaga kesehatan dan tenaga terkait pencegahan COVID-19 di Indonesia yaitu www.manajemencovid.net dengan konsep taksonomi. Taksonomi merupakan pengklasifikasian akan sesuatu, dalam hal ini yang diklasifikasikan adalah sumber referensi agar mudah diakses oleh penggunanya.

Inovasi PKMK FK-KMK UGM Perbaiki Manajemen Pengetahuan Kesehatan di Era Pandemi

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada (PKMK FK-KMK UGM) yang berdiri sejak tahun 1998, merupakan lembaga penelitian yang fokus pada kebijakan kesehatan di bawah Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. PKMK FK-KMK UGM berkomitmen untuk terus berdampingan dengan pemerintah dan masyarakat melalui hasil kajian dan advokasi yang dilakukan di beberapa isu strategis seperti pembiayaan kesehatan, mutu kesehatan, permasalahan kesehatan masyarakat, manajemen bencana dan krisis kesehatan. Selain melakukan penelitian terkait Jaminan Kesehatan Nasional yang masif, PKMK kini menjadi salah satu pusat terkemuka di Indonesia dengan keunggulan dalam ranah kebijakan dan manajemen kesehatan dengan mengembangkan berbagai media pengetahuan dan informasi tentang kebijakan kesehatan dan manajemen untuk dapat diakses publik. 

PKMK telah bermitra dengan lembaga-lembaga internasional termasuk Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia, the World Bank, the Bill and Melinda Gates Foundation, berbagai Kementerian dan Lembaga Pemerintah Indonesia di tingkat pusat dan daerah serta pihak swasta untuk menyediakan platform kolaborasi untuk peneliti kebijakan kesehatan. Dalam hal inovasi, PKMK mendukung terciptanya interaksi yang intens antara peneliti dan pelaku kebijakan. Interaksi yang sangat dibutuhkan ini sering kali terkendala oleh keterbatasan waktu, dana, dan sumber daya lainnya. Oleh karena itu, PKMK menyediakan solusi inovatif praktis untuk tantangan tersebut dengan mengembangkan metode blended learning, menggabungkan tatap muka dengan interaksi virtual. Hal ini memungkinkan ahli kebijakan dan manajemen kesehatan yang sibuk untuk mengambil bagian dalam dialog kebijakan tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk perjalanan. PKMK memanfaatkan teknologi yang tepat guna untuk memfasilitasi proses translasi pengetahuan yang efektif dengan biaya yang terjangkau. 

Manajemen Pengetahuan

Di awal wabah, manajemen klinik tentang COVID-19 masih sangat terbatas. Literatur masih sedikit bahkan jurnal bereputasi tinggi dengan jujur menyatakan bahwa pengetahuan belum cukup banyak. Ada berbagai penelitian yang “dipaksa” untuk memberikan hasil sementara karena memang informasinya dibutuhkan. Ketidaktahuan mengenai virus COVID-19, cara penyebaran, pencegahan yang efektif, sampai ke pengobatan klinis dapat menjadi kegagalan penanganan COVID-19. Untuk menghindarinya, PKMK FK-KMK UGM bersama dengan berbagai mitra strategis dari kelompok rumah sakit, dinas kesehatan, klinisi, dan ahli kesehatan masyarakat melakukan upaya inovasi dan terobosan untuk mengembangkan Manajemen Pengetahuan COVID-19.

Hingga kini, PKMK mengembangkan dan mengampu lima belas website di bidang manajemen dan isu prioritas. Salah satunya adalah platform digital yang menjadi sumber pembelajaran individu dan lembaga COVID-19 untuk tenaga kesehatan dan tenaga terkait pencegahan COVID-19 di Indonesia yaitu www.manajemencovid.net dengan konsep taksonomi. Taksonomi merupakan pengklasifikasian akan sesuatu, dalam hal ini yang diklasifikasikan adalah sumber referensi agar mudah diakses oleh penggunanya. Di dalam website ini terdapat berbagai jenis koleksi, antara lain 173 materi, 160 reportase, 294 video, 102 berita, 26 artikel pengantar hingga awal April 2021. 

Dalam website ini terdapat Forum Manajemen Covid-19 yang bersifat sukarela dan terbuka bagi seluruh tenaga kesehatan. Tujuan dari forum tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem kesehatan Indonesia untuk menangani pasien Coronavirus, mulai dari peningkatan pengetahuan, penyebaran ilmu pengetahuan, sampai ke penerapan pengetahuan untuk mencegah wabah meluas; meningkatkan kapasitas lonjakan (surge capacity) Rumah Sakit (RS) dan wilayah menghadapi Coronavirus; dan mengaktifkan sistem manajemen bencana di RS dan sistem kesehatan.

Untuk mencapai tujuan tersebut forum ini memfasilitasi tenaga kesehatan untuk membahas dan melakukan berbagai hal strategis. Diantaranya, membahas pengalaman para klinisi (dokter dan perawat, serta tenaga-tenaga kesehatan lainnya) dan manajemen klinis mengelola pasien Coronavirus; melakukan review jurnal artikel secara sistematis; membahas kesiapan Rumah Sakit (RS) untuk menangani pasien Coronavirus; dan memperkuat sistem kesehatan untuk menghadapi peningkatan wabah Covid-19, sejak dari pelayanan primer sampai ke RS yang melibatkan lintas sektoral.

PKMK juga menginisiasi www.sistemkesehatan.net yang merupakan wadah pengetahuan khusus membahas mengenai Sistem Kesehatan. Situs yang telah disambungkan dengan Pusat Krisis Kesehatan yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini mengulas Sistem Kesehatan Global sebagai referensi dari sistem kesehatan masing-masing negara di dunia, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) di Indonesia, dan bagaimana adaptasi SKN tersebut dalam menghadapi bencana alam dan non-alam. PKMK melanjutkan hasil bukti ilmiah berbagai kegiatan evaluasi dan penelitian untuk menguatkan hasil kajian ketahanan dan kesiapsiagaan kesehatan di nasional dan daerah. Hal ini merupakan advokasi PKMK untuk mempengaruhi lembaga pemerintah atau non-pemerintah untuk mewujudkan sistem kesehatan nasional yang berwawasan manajemen risiko, termasuk perhatian kepada kelompok masyarakat rentan, wilayah rural, dan disabilitas yang cenderung termarjinalkan selama ini, baik pada situasi normal terlebih pada situasi bencana. 

Dalam peningkatan Sistem Manajemen Mutu, PKMK juga membentuk tim mutu yang bertugas untuk menetapkan dokumen mutu, menggerakkan, memantau, mengevaluasi, melakukan upaya peningkatan mutu dan menyusun laporan pencapaian sasaran mutu. Saat ini PKMK telah tersertifikasi dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001) dan telah mendapatkan Resertifikasi pada bulan Maret 2018. 

Menjalin Jaringan

PKMK menjalin hubungan secara intensif ke Kementerian/Lembaga yang terkait untuk mempengaruhi kebijakan dan penggunaan pengetahuan yang lebih efektif dari manajemen pengetahuan yang sudah dibangun oleh PKMK. Bekerjasama dengan penyedia layanan publik dan swasta, lembaga pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga internasional, PKMK melakukan kajian dan advokasi, pertukaran pengetahuan, dan menyediakan saran dan pelatihan. Lembaga ini fokus pada empat bidang utama yakni penyediaan layanan kesehatan, regulasi, pembiayaan kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan hubungan yang terjalin, salah satu artikel PKMK terkait kapasitas pelayanan kesehatan menjadi bagian dari Studi Pembelajaran Penanganan COVID-19 di Indonesia yang diterbitkan oleh Bappenas.

Memanfaatkan momentum pandemi yang memperlihatkan rentannya ketahanan kesehatan Indonesia, PKMK juga menginisiasi perbaikan kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan melibatkan pengambil keputusan. Inisiasi perbaikan tersebut dilakukan dengan menyusun analisis kebijakan berbentuk dokumen daftar inventarisasi masalah (DIM) yang terdiri atas tiga topik: tata kelola, equity dan mutu. Dalam DIM terdapat beberapa pasal dari UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) dan peraturan teknis JKN yang bermasalah serta perlu direvisi oleh Komisi IX DPR RI dan pemerintah. Melalui penyusunan dokumen ini, seluruh masalah dari hasil penelitian dirumuskan untuk menemukan akar penyebab dan menginisiasi opsi yang telah dianalisis kelayakannya. Selain menyusun DIM, PKMK UGM juga melakukan audiensi agar pasal-pasal perlu direvisi dalam DIM dapat diketahui dan dipertimbangkan oleh Komisi IX DPR RI dan pemerintah.

Dukungan Knowledge Sector Initiative 

Melalui dukungan KSI dalam Strategic Partnership Grant tahun kedua, PKMK melakukan adaptasi kegiatan untuk mendukung penanganan COVID-19. Tergabung dalam wadah konsorsium Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang mengkaji Sistem Kesehatan Nasional (SKN) pada situasi pandemi, PKMK dapat menyediakan bukti dan hasil kajian untuk kebijakan selanjutnya. Dalam kerangka ini, PKMK membangun tiga platform knowledge management yaitu DASK (Dashboard Sistem Kesehatan), manajemencovid.net dan sistemkesehatan.net. Pada akhirnya diharapkan adanya kerja kolaborasi yang terencana untuk membangun Sistem Kesehatan Nasional yang berwawasan kebencanaan baik alam maupun non-alam.