Better Policies Better Lives TM
New Mandala, situs kajian sosial-politik di kawasan ASEAN, mengumumkan enam penerima program beasiswa fellowship untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi para peneliti dan analis kebijakan Indonesia. Para peserta program itu nantinya diharapkan mampu berkontribusi menyumbang gagasan dan pikiran terkait isu-isu kebijakan utama menjelang dan selama hajatan politik, yaitu Pemilihan Presiden 2019 mendatang.
Berita Terkini22-01-2019

Program Fellowship New Mandala untuk Peneliti dan Analis Kebijakan Indonesia

JAKARTA - New Mandala, situs kajian sosial-politik di kawasan ASEAN, mengumumkan enam penerima program beasiswa fellowship untuk meningkatkan kemampuan menulis bagi para peneliti dan analis kebijakan Indonesia. Para peserta program itu nantinya diharapkan mampu berkontribusi menyumbang gagasan dan pikiran terkait isu-isu kebijakan utama menjelang dan selama hajatan politik, yaitu Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Keenam analis kebijakan yang terpilih mengikuti program fellowship yang didukung oleh New Mandala-Australian National University (ANU) dan Knowledge Sector Initiative (KSI) itu adalah Ade Prastyani, Aziz Anwar, Dyah Ayu Kartika, Aichiro Suryo, Iqra Anugrah, dan Emil Yakob Sese Tolo. Keenam peneliti dan analis kebijakan itu terpilih berdasarkan hasil seleksi dan wawancara yang digelar September 2018 lalu.

Ross Tapsell, pemimpin proyek New Mandala, berharap program fellowship ini bisa berkontribusi pada pemikiran meningkatkan kualitas kebijakan publik di Tanah Air. Isu-isu kebijakan publik, khususnya yang mengedepankan riset berbasis kajian ilmiah, adalah hal-hal yang selama ini menjadi fokus perhatian dari KSI, program kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia.

“Saya senang bisa bekerja dengan para penerima beasiswa yang berbakat ini dalam upaya menghadirkan liputan yang mendalam terkait isu-isu kebijakan di Indonesia. Pemilu adalah momen di mana para kandidat (calon Presiden) mendebatkan perbedaan pandangan kebijakannya. Saya berharap para penulis ini mengedepankan riset-riset yang berbasis bukti untuk berkontribusi dalam debat tersebut untuk memperluas pandangan publik,” tukas Ross.

Keenam peserta program fellowship itu memiliki spesialisasi yang mewakili enam isu kebijakan di Indonesia. Keenam isu kebijakan itu adalah isu kemiskinan dan ketidakadilan sosial; Islam dan komunitasnya; kesetaraan gender; infrastruktur dan pembangunan kota; tantangan lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam; serta pembangunan di wilayah Indonesia Timur. Mereka akan mengikuti program itu hingga September 2019 dan akan mendapatkan stipendium selama enam bulan.

“Program ini adalah kesempatan langka bagi kami, para peneliti muda, untuk meningkatkan kemampuan riset dan menulis kami. Itu akan membuat hasil penelitian kami lebih mudah dicerna lewat format tulisan yang populer (artikel). Saya berharap program ini dapat meningkatkan perhatian publik, khususnya para pengambil kebijakan, soal pentingnya kepekaan gender dalam kebijakan,” ujar Dyah Ayu, salah satu peserta fellowship tersebut.

Para peneliti dan analis kebijakan ini nantinya bakal menuangkan hasil pelatihannya dan pemikirannya terkait masing-masing isu kebijakan itu dalam artikel berseri yang dimuat di situs New Mandala maupun sejumlah media massa internasional. Para peserta sebelumnya telah mengikuti workshop pelatihan yang menghadirkan para pengajar dari New Mandala dan jurnalis serta editor dari media-media ternama internasional maupun di Indonesia. Workshop pertama pada pertengahan November lalu dihadiri Team Leader KSI Petrarca Karetji, dan Knowledge Exchange and Learning Lead, Elisabeth Jackson.

“Yang membuat saya antusias mengikutinya adalah saya bisa memperkaya riset dan kemampuan menulis saya dengan banyaknya bantuan yang diberikan di program ini. Program ini melibatkan para ahli di bidang-bidang utama yang akan menjadi jejaring penting saya di masa depan. Pada akhir program nantinya, saya berharap bisa menjadi peneliti yang komplet yang dapat berkontribusi pada kebijakan pembangunan nasional, khususnya di Indonesia Timur,” tutur Emil Yakob, penerima beasiswa lainnya.

Program fellowship yang berlangsung hingga sepuluh bulan itu akan bergulir melalui tiga fase atau tahapan. Fase pertama memiliki dua sasaran utama, yaitu mendorong keahlian peserta dalam mengkomunikasikan temuan-temuan hasil risetnya dan pandangannya soal kebijakan publik kepada khalayak umum. Sasaran kedua di fase ini adalah memperkuat jejaring peserta dengan para ahli dan jurnalis profesional yang dapat menawarkan saran dan bantuannya dalam publikasi artikel hasil riset peserta.

Adapun fase kedua akan difokuskan kepada upaya peserta untuk menjadikan momen kampanye Pilpres 2019 sebagai kesempatan memperkuat diskusi tentang isu-isu kunci yang selama ini menjadi perhatian KSI. Mereka akan membangun kerjasama dengan pemimpin proyek dan para editor di New Mandala agar hasil pemikirannya bisa membuka diskursus publik melalui artikel-artikel yang disalurkan lewat kanal-kanal media arus utama maupun platform lainnya di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Lalu, fase ketiga menjadi ruang bagi para analis dan pemimpin proyek merefleksikan debat dan diskursus hasil Pilpres 2019. New Mandala telah berkontribusi pada diskursus politik di Indonesia sejak Pilpres 2014 silam. Situs unggulan bagi para analis dan akademisi bidang sosial politik di lingkup ASEAN itu diakses hingga 577.000 kali selama tahun politik tersebut. Artikel-artikel yang dimuat di situs itu juga telah diterjemahkan sejumlah media arus utama di Tanah Air.

Topik :
Berita Terkini Lainnya

Tata kelola harus terus menjadi fokus dalam pemajuan…

Membuat laporan akhir hasil penelitian yang dapat…

Untuk menanggulangi kemiskinan, Pemerintah Provinsi…

Provinsi Papua menduduki peringkat terendah dalam…

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas…

Sebagai rangkaian pelaksanaan Indonesia Development…