Better Policies Better Lives TM
Bagaimana pengetahuan dihasilkan dalam masyarakat berkembang (emerging society)? Apa saja peran institusi dalam memproduksi pengetahuan? Bagaimana pengetahuan dan institusi terbentuk? Seminar ini membahas landasan produksi pengetahuan dalam konteks pembangunan.
  • Perihal
  • Pembicara :
    Sulfikar Amir, PhD
  • Jadwal :
    24 November 2014
    13.00 to 15.00
    Kantor Knowledge Sector Initiative (KSI) Ratu Plaza Office Tower, 9th Floor, Jl. Jend. Sudirman no. 9 Jakarta 10270
    Lihat di Peta
Knowledge Sharing Session28-12-2016

Pengetahuan dan Institusi di Masyarakat yang Berkembang (Emerging Society): Konteks Indonesia

Bagaimana pengetahuan dihasilkan dalam masyarakat berkembang (emerging society)? Apa saja peran institusi dalam memproduksi pengetahuan? Bagaimana pengetahuan dan institusi terbentuk? Seminar ini membahas landasan produksi pengetahuan dalam konteks pembangunan. Menggunakan perspektif Studi Sains dan Teknologi (STS), seminar ini membahas faktor-faktor institusional yang menentukan bagaimana pengetahuan secara sosial dan politik terbentuk serta disebarluaskan melalui jejaring sosial. Pendekatan post-triple helix menekankan analisis interaksi multi-level antara aktor-aktor heterogen dalam memproduksi pengetahuan. 

Seminar ini juga menggarisbawahi lingkungan sosial-politik masyarakat berkembang sebagai latar belakang analisis tentang bagaimana produksi pengetahuan terintegrasi, atau tidak terintegrasi dalam pembuatan kebijakan. 

Pengetahuan dan Institusi di Masyarakat yang Berkembang (Emerging Society): Konteks Indonesia
Sulfikar Amir, PhD
Senin, 24 November 2014
13:00-15:00
Kantor Knowledge Sector Initiative (KSI)
Ratu Plaza Office Tower, 9th Floor, Jl. Jend. Sudirman no. 9 Jakarta 10270

Referensi: Amir, S., & Nugroho, Y. (2013). Beyond the Triple Helix: Framing STS in the Developmental Context. Bulletin of Science, Technology & Society, 33(3-4), 115-126.

Bio Pembicara
Sulfikar Amir, Ph.D. adalah asisten profesor di Departemen Sosiologi, Nanyang Technological University, Singapura. Beliau menyelesaikan gelar Doktor bidang studi sains dan teknologi di Rensselaer Polytechnic Institute, Troy, New York. Tertarik pada penelitian terkait politik teknologi, nasionalisme, resiko, bencana, ketahanan (resilience). Beliau juga penulis “The Technological State in Indonesia: the Co-constitution of High Technology and Authoritarian Politics” (Routledge, 2012).



Materials
Topik :
Knowledge Sharing Session Lainnya

Doing Research: Mengevaluasi Sistem Penelitian Ilmu…

Kerja sama Katadata dan KSI dan didukung oleh Fakultas…

“Rentannya Produksi Pengetahuan di Indonesia”…

Menghubungan Agenda Riset dengan Perkembangan Kebudayaan

Improving the impact of your research on policy: Suggestions,…

Temukan jawabannya di KSIxChange #9 “Evaluation…