Better Policies Better Lives TM
Bagaimana proyeksi 100 tahun kemerdekaan Indonesia? Apakah Indonesian Science Agenda bisa menjadi panduan jangka panjang untuk mewujudkan tujuan ideal pendirian bangsa? Pertanyaan-pertanyaan ilmiah mendasar ini merupakan perwujudan mimpi bersama akan Indonesia yang lebih baik dan kegelisahan akademik yang dirasakan para ilmuwan muda ketika melakukan penelitian di bidangnya masing-masing.
Knowledge Sharing Session28-12-2016

Indonesian Science Agenda: Pertanyaan Ilmiah Mendasar Menjelang Satu Abad Kemerdekaan Bangsa

Bagaimana proyeksi 100 tahun kemerdekaan Indonesia?  Apakah Indonesian Science Agenda  bisa menjadi panduan jangka panjang untuk mewujudkan tujuan ideal pendirian bangsa? 

Pertanyaan-pertanyaan ilmiah mendasar ini merupakan perwujudan mimpi bersama akan Indonesia yang lebih baik dan kegelisahan akademik yang dirasakan para ilmuwan muda ketika melakukan penelitian di bidangnya masing-masing.  

Sesi knowledge sharing kali ini akan mendiskusikan Indonesian Science Agenda yang disusun oleh para ilmuwan muda dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, difasilitasi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Sebuah dokumen yang dinamis, Indonesian Science Agenda didedikasikan untuk menginspirasi peneliti muda Indonesia meningkatkan karakter bangsa dengan berpikir kritis dan penuh rasa ingin tahu, di mana sains berperan sebagai penggerak inovasi dan kemajuan pembangunan. 
Terdapat 8 kluster masalah dan 45 pertanyaan yang digagas oleh ilmuwan muda Indonesia dan dituliskan oleh Komite Studi yang beranggotakan 12 ilmuwan muda serta 5 anggota Komite Penasihat dari AIPI. Pemetaan masalah dan pengumpulan pertanyaan telah dilaksanakan melalui Forum Ilmuwan Muda Indonesia yang dihadiri 40 orang ilmuwan muda Indonesia dari Jaringan Ilmuwan Muda Indonesia.
Perwakilan ilmuwan muda Dewan Riset Nasional,  Prof. Jamaluddin Jompa dan Teguh Dartanto, Ph.D. akan menyampaikan Indonesian Science Agenda yang secara resmi akan dipublikasikan pada Mei 2015. Diharapkan agenda ini akan memperkuat jaringan formal antara peneliti muda di Indonesia. Dokumen ini akan melengkapi agenda riset nasional lima-tahunan Kementerian Riset dan Teknologi. 
 

Selasa, 17 Februari 2015
13.00 - 11 - 3 WIB

Kantor Knowledge Sector Initiative
Ratu Plaza Office Tower Lantai 9
Jl. Jend. Sudirman Kav. 9
Jakarta 10270, Indonesia

Pembicara
Prof. Jamaluddin Jompa mendapatkan gelar Ph.D. pada bidang studi Marine Ecology,  James Cook University, Australia pada 2002.  Beliau aktif di organisasi bidang kemaritiman sebagai Sekjen Masyarakat Pemerhati Terumbu Karang Indonesia (2007-sekarang) dan Wakil Ketua Asosiasi Ahli Oseanologi Indonesia (2011-sekarang). Sejak 2013 beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin sampai sekarang. Selain aktif dalam seminar dan konferensi serta menjadi pembicara di beberapa kegiatan, beliau juga produktif menghasilkan berbagai publikasi.

Teguh Dartanto, Ph.D. mendapatkan gelar Ph.D pada bidang studi International Development, Nagoya University, Japan. Beliau berpengalaman dan tertarik dalam riset Development Economics, Poverty Issues, Social Protection dan Economic Modeling. Publikasinya tersebar di berbagai jurnal, working paper, dan buku. Beliau saat ini menjabat sebagai direktur program S1 Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia dan kepala bagian kemiskinan dan pembangunan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM). Beliau berpengalaman dalam konferensi akademik, serta mengelola proyek dan hibah penelitian.



Materials
Topik :
Knowledge Sharing Session Lainnya

Doing Research: Mengevaluasi Sistem Penelitian Ilmu…

Kerja sama Katadata dan KSI dan didukung oleh Fakultas…

“Rentannya Produksi Pengetahuan di Indonesia”…

Menghubungan Agenda Riset dengan Perkembangan Kebudayaan

Improving the impact of your research on policy: Suggestions,…

Temukan jawabannya di KSIxChange #9 “Evaluation…